Scarlett Body Care, Harumnya Tak Terlupakan

Tuesday, December 28, 2021

Hai, Gaes. Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman memakai body care dari Scarlett. Pasti teman-teman sudah sering mendengar brand Scarlett Whitening, kan? Itu lho, yang brand ambassadornya artis cantik Felicya Angelista.

Hmm, sudah ingat kan, wajah cantik Felicya Angelista yang suka wara-wiri di televisi? Nah, awalnya kenapa saya tertarik menggunakan Scarlett, bukan murni karena Felicya, sih. Jadi ceritanya saat itu body care yang sering saya gunakan sudah habis.

Kebetulan, saya lihat iklan Scarlett wara-wiri di media sosial saya. Tahu, kan, kemasan produk Scarlett itu kan eye catching banget. Jadi otomatis melihat warna-warni yang ceria dan gemes itu, saya jadi terpukau dan terpaku untuk menyimak. Ditambah keayuan Felicya Angelista membuat saya mantengin iklan body care Scarlett.

Lalu waktu itu ada diskon pula. Beli 5 varian Scarlett apa saja, yang biasanya seharga Rp300.000,00 bisa dibeli hanya dengan Rp275.000,00 sudah bebas ongkir! Wah, langsung menari-nari semangat belanja saya. Tanpa pikir panjang saya segera order, lho.

Saat klik iklan di media sosial, saya kemudian tersambung dengan whatsapp Scarlett official dan mendapat pelayanan yang ramah banget. Bahkan si embak2 yang melayani saya tak keberatan menjawab semua pertanyaan receh saya sebelum saya memutuskan beli produk.

Nah, sekarang saya sudah beberapa minggu memakai produk body care yang saya beli. Tentu sudah terasa manfaatnya, jadi saya berani sharing ke teman-teman semua. Saya akan share 3 varian body care yang saya beli.

1. Body Scrub Coffee

Nah, sebenarnya ada tiga varian body scrub Scarlett yaitu Romansa, Coffee, dan Pomegrante. Varian yang saya beli adalah varian Coffee. Saya jelaskan dulu ya manfaat body scrub secara umum. Jadi body scrub itu berguna untuk membantu mengangkat sel kulit mati pada tubuh, mengembalikan kelembaban kulit, mencerahkan kulit tubuh, melancarkan peredaran aliran darah, membantu rileksasi, meregenerasi kulit setelah eksfoliasi dan meningkatkan kadar hidrasi yang dibutuhkan kulit tubuh.

Gambar 1. Body Scrub Coffee (Sumber: instagram scarlett_whitening)

Scrub coffee ini butiran scrubnya halus, tidak terasa sakit di kulit. Benar-benar terasa lembab dan menyegarkan. Saya paling suka wangi kopinya yang segar membuat ingin berlama-lama di dalam kamar mandi. Saat dibilas juga tidak terlalu susah hilang, tapi tetap meninggalkan rasa lembab yang menenangkan.

Gambar 2. Ini Body Scrub Coffee Punya Saya (Dokpri)

Body scrub ini bisa digunakan sebanyak 1-2 kali dalam seminggu. Cara menggunakannya mudah. Ambil secukupnya body scrub, oleskan dengan menggosok lembut di bagian tubuh yang ingin discrubbing. Diamkan hingga setengah mengering, lalu gosok pelan-pelan  hingga semua sel-sel kulit mati terangkat.                                              

2. Brightening Shower Scrub

Setelah membersihkan tubuh dengan body scrub, sekarang saatnya mandi dengan sabun dari Scarlett. Terdapat tujuh varian shower scrub dari Scarlett, yaitu Green-Watery Fruity (Cucumber), Citrus-Fruity Floral (Mango), Floral-Fruity Gourmand (Pomegrante), Coffee, Jolly, Freshy, dan Charming. Banyak, kan? Dan semuanya harum. Varian yang saya beli adalah Jolly.

Gambar 3. Tujuh Varian Shower Scrub dari Scarlett (Sumber: ig scarlett_whitening)

Manfaat Brightening Shower Scrub ini adalah untuk membantu memaksimalkan saat membersihkan tubuh, mengangkat sel kulit mati, membuat kulit menjadi lebih halus setelah eksfoliasi, mengembalikan kelembaban kulit, dan mencerahkan kulit tubuh.

Gambar 4. Shower Scrub Jolly yang Wanginya Lembut (Dokpri)

Wangi jolly sangat lembut dan menenangkan. Teksturnya lembut dan tidak lengket. Membilasnya mudah dan tetap meninggalkan kelembaban di kulit.

3. Fragrance Brightening Body Lotion

Body lotion harus dipakai setiap hari untuk memberikan hasil yang maksimal. Karena kulit saya kering, maka penggunaan body lotion adalah wajib. Saat kulit kering, saya lebih sering terkena gatal. Jika digaruk, struktur kulit akan berubah. Menggunakan lotion sangat membantu membuat kulit lembab dan mengurangi rasa gatal yang biasanya saya alami.

Body lotion dari Scarlett ada lima varian yaitu Romansa, Fantasia, Charming, Freshy, dan Jolly. Saya memilih untuk membeli varian Jolly. Sumpah, wanginya enak dan tahan lama. Jadi selain melembabkan, saya juga merasa nyaman karena harum body lotion ini bisa menemani sepanjang hari, termasuk saat saya bekerja di kantor.

Gambar 5. Body Lotion Jolly (Sumber: ig scarlett_whitening)

Body lotion dari Scarlett memiliki kandungan Glutathione, Vitamin E, Niacinamide dan Kojic Acid. Khusus untuk Kojic Acid, salah satu manfaat kandungan ini bisa membantu melawan radikal bebas yang berpotensi merusak kulit akibat sinar UV.

Manfaat body lotion adalah membantu mengembalikan kelembaban kulit tubuh, mencerahkan kulit tubuh, menutrisi kulit tubuh, menyegarkan dan memberikan keharuman lebih lama. Untuk hasil terbaik, body lotion ini harus dipakai setiap hari. Apabila diaplikasikan setelah melakukan proses eksfoliasi, juga bisa.

Gambar 6. Scarlett Body Care (Dokpri)

Ada lagi tambahan info yang perlu diketahui mengenai rangkaian body care dari Scarlett ini, yaitu produk ini dapat digunakan untuk semua jenis kulit dan aman bagi ibu hamil serta menyusui. Selain aman untuk ibu hamil dan menyusui, semua produk Scarlett juga sudah terdaftar di Badan POM, yaitu lembaga yang bertugas di bidang pengawasan obat dan makanan. Prinsip saya dalam memilih produk skincare harus yang aman dan Scarlett memenuhi semua ekspektasi saya.***

Empat Masjid Indah di Kota Makassar, Singgah dan Sholat di Sana, Yuk!

Saturday, December 11, 2021

Siapa yang tak kenal Kota Makassar? Kota yang dahulu pernah bernama Ujung Pandang ini adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki banyak masjid indah dan keren. Apa kau sudah tahu empat masjid indah di Kota Makassar? Yuk, sempatkan untuk singgah dan sholat di sana. 

Keempat masjid tersebut adalah sebagai berikut:

1. Masjid Raya Makassar

Masjid Raya Makassar (Sumber: instagram @masjidrayamakassar.pengurus)

Masjid Raya Makassar terletak di jalan Masjid Raya. Masjid ini dibangun tahun 1948 dan selesai pada tahun 1949. Masjid ini dirancang oleh M. Soebardjo yang merupakan pemenang sayembara desain yang diadakan oleh panitia pembangunan Masjid Raya. Pembangunan masjid diprakarsai oleh KH. Ahmad Bone, seorang ulama asal Bone dengan dana awal pembangunan masjid hanya Rp 60 ribu.

Masjid Raya Makassar pernah menorehkan sejarah karena awalnya juga dijadikan tempat para pejuang kemerdekaan. Harum Masjid Raya berkumandang lagi ke seantero Indonesia ketika masjid ini menjadi  tempat pelaksanaan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) pertama tahun 1955. 

Masjid ini direnovasi dari tahun 1999 hingga tahun 2005 dan dirombak total dari bentuk aslinya. Bangunannya yang cukup luas  dapat menampung 10.000 jemaah, dan halamannya dapat menampung lebih banyak lagi Jemaah.

Salah satu daya tarik Masjid Raya Makassar adalah terdapatnya Al-Qur'an raksasa yang berukuran 1 meter x 1,5 meter dengan berat 584 kilogram. Kitab suci ini ditulis oleh KH.Ahmad Faqih Muntaha, anak dari penghafal dan penulis kaligrafi terkenal KH.Muntaha Al-Hafidz.

2. Masjid Al Markaz Al Islami

Masih di jalan Masjid Raya, kurang lebih satu kilometer dari Masjid Raya Makassar, berdiri Masjid Al Markaz Al Islami. Masjid ini dibangun menggunakan dana awal sebesar Rp 11 miliar pada tahun 1994.

Pembangunan masjid Al Markaz Al Islami diinisiasi oleh Jenderal M. Yusuf. Awalnya saat menjalankan ibadah haji, M. Yusuf sangat tertarik dengan keindahan masjid Nabawi di Madinah. M Yusuf meminta kepada Yusuf Kalla untuk membangun masjid dengan menara yang hampir setinggi masjid Nabawi.

Akhirnya dengan dana awal Rp 11 miliar hasil donasi beberapa pengusaha, masjid Al Markaz Al Islami selesai dibangun dalam waktu 11 bulan. Masjid ini merupakan masjid terluas di Sulawesi Selatan. Bangunan masjid dapat menampung 50.000 jemaah. Tidak hanya tempat ibadah, masjid yang terdiri dari 3 lantai ini juga memiliki aula, koperasi, pusat pendidikan, kantor sekretariat dan juga kantor Majelis Ulama Indonesia cabang Sulawesi Selatan.

Sejak akhir Desember 2005, melalui rapat pengurus Yayasan Islamic Centre di Jakarta, nama masjid diubah menjadi Al Markaz Al Islami Jenderal M. Yusuf, sebagai penghargaan terhadap alm Jenderal M. Yusuf sebagai pencetus gagasan pembangunan kompleks masjid dan pendidikan Islam tersebut.

3. Masjid Amirul Mukminin (Masjid Terapung Makassar)

Masjid Amirul Mukminin terletak di pantai Losari. Dibangun dengan konsep 'floating mosque', masjid ini dibangun di atas tumpukan beton menancap di dasar laut. Sekilas menyerupai rumah panggung tradisional Bugis - Makassar. Dengan dominasi warna putih, biru, dan abu-abu, masjid ini tidak terlalu besar namun tampak cantik dan dari kejauhan seolah-olah mengapung di laut.

Masjid Amirul Mukminin dibangun pada tahun 2009 dan diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tanggal 21 Desember 2012. Masjid berlantai tiga ini mampu menampung sekitar 400 hingga 500 jemaah. Untuk mencapai lantai atas, Anda dapat menaiki tangga yang melingkar di bagian luar masjid. Sebelum masuk masjid di lantai atas, terdapat balkon yang bisa digunakan untuk foto-foto atau sekadar memandang lautan lepas dan menikmati segarnya angin pantai.

4. Masjid 99 Kubah Makassar

Masjid 99 Kubah Makassar (Sumber: instagram @cokdesmara)

Masjid 99 Kubah Makassar adalah masjid unik yang dibangun di kawasan pantai Losari, tepatnya di kawasan CPI (Center Point of Indonesia), Makassar. Masjid 99 Kubah adalah hasil rancangan Ridwan Kamil semasa yang bersangkutan menjadi Walikota Bandung. Dibangun mulai tahun 2017, masjid ini dijadwalkan akan rampung tahun 2022.

Masjid ini sangat cantik dan unik. Didominasi warna oranye, masjid yang terdiri dari kubah-kubah berbagai ukuran ini tampak mencolok terlihat dari jauh.

Masjid ini memiliki luas bangunan 72 meter x 45 meter dan bisa menampung sekitar 13 ribu jemaah. Bangunan yang difungsikan sebagai tempat ibadah terbagi menjadi tiga bagian. Ruang salat dapat menampung 3.880 jemaah; ruang mezzanine (ruang tambahan) dapat menampung 1.005 jemaah; dan pelataran suci menampung 8.190 jemaah.

Meski belum selesai dibangun, namun masjid ini sudah memiliki pesonanya sendiri. Tiap sore suasana sekitar masjid selalu ramai oleh warga sekitar maupun wisatawan yang hendak menikmati sunset di Losari.

Nah, itulah empat masjid di Kota Makassar. Coba, masjid yang mana yang sudah kamu kunjungi dan apa kesanmu saat berkunjung dan sholat di sana? Tuliskan kesanmu di kolom komen, ya.*

*Artikel ini sudah terbit di sini dengan beberapa perubahan.







Mantao Pare, Camilan Khas Makassar Enak Lezat Pas Buat Oleh-Oleh

Friday, November 19, 2021

Mantao Pare (Sumber: Ig mantao_pare)

Camilan Khas Makassar apa yang biasa kamu beli sebagai oleh-oleh buat teman? Kacang disko atau marning atau kue beras? Nah, kali ini ada camilan yang empuk dan dijamin semua orang suka yaitu Mantao Pare. 

Mantao Pare adalah camilan khas Makassar berupa jajanan empuk mirip bakpao, tapi tidak diberi isian. Biasanya dijual dalam bentuk instan, dan jika hendak makan, Anda harus mengukusnya terlebih dahulu. Alternatif lain bisa juga digoreng, atau diisi dengan berbagai isian, tergantung kreativitas si pembeli. Rasanya enak lezat, pas buat oleh-oleh.

Meski sekarang sudah ada berbagai varian rasa Mantao Pare, namun Mantao yang original hanyalah roti putih tanpa isi. Meski tanpa isi, Mantao original ini banyak yang suka karena empuk dan rasanya cukup manis. Bukan manis yang manis banget, tapi pas dimakan sebagai teman minum teh. 

Dinamakan Mantao Pare, karena jajanan ini pusatnya terletak di Kota Pare-Pare, yang berjarak kurang lebih 150 km dari Kota Makassar. Kota Pare-Pare adalah kota nomor dua terluas di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar. Kota ini dikenal sebagai kota kelahiran Bapak BJ. Habibie dan sekarang dikenal sebagai Kota Mantao.

Sekarang tak perlu jauh-jauh ke Pare-Pare untuk membeli Mantao Pare, karena sekarang sudah ada cabang toko yang menjual Mantao Pare di Makassar. Selain cabang resmi, Mantao Pare juga dijual di banyak toko oleh-oleh, dan juga di bandara. Bahkan banyak yang menjualnya di mobil-mobil di pinggir jalan. Singkatnya, tidak susah mencari penjual Mantao Pare di Makassar.

Mantao Pare dibuat tanpa menggunakan pengawet dan dapat tahan di suhu ruang selama tiga hari. Jika disimpan dalam kulkas, Mantao dapat bertahan hingga satu bulan. 

Bentuk rotinya yang sangat sederhana, tidak menjadikan Mantao Pare terlihat memalukan sebagai oleh-oleh karena dikemas dalam kemasan kardus dengan desain kover yang cantik. Harganya pun cukup terjangkau. Satu paket Mantao original dibandrol Rp30.000,00 dan berisi sebanyak 12 Mantao. Mantao Pare juga sudah mendapatkan sertifikat halal MUI, lho. 

Nah, tunggu apa lagi, masukkan Mantao Pare sebagai salah satu item oleh-oleh yang harus dibeli jika Anda berkunjung ke Makassar nanti, ya?***

*artikel ini sudah terbit di sini

Perjalanan Sebuah Karya

Thursday, July 22, 2021

Antologi Mutiara

Perjalanan sebuah karya, kita nggak tahu akan berhenti sampai di mana. Yang pasti jika kita memiliki sebuah karya, kita nggak boleh putus asa mengawal sampai ia menemui pelabuhan terakhirnya. Yaaa, kayak cintamu ituuu, yang setelah jatuh bangun akhirnya sampai di pelabuhan terakhir, ciye ciyee...

Pada zaman dahulu kala, saat media cetak masih jaya-jayanya, ada sebuah majalah wanita yang ajeg menyelenggarakan lomba menulis cerpen dan cerber setiap tahunnya. Dan saya ini sebagai orang yang mengaku suka menulis juga cukup ajeg mengikuti lomba tersebut -- walau ajeg nggak menang juga. Hiks.

Namun demikian dalam sebuah kompetisi, kemenangan adalah bukan menjadi hal yang utama. Ada hal lain yang lebih baik daripada itu (menghibur diri kayaknya, nih), yaitu bertambahnya folder naskahmu dengan file-file karya yang belum menemukan jodohnya. 

Ingat, ya. Camkan, ya. Naskah yang belum menemukan jodoh. Bukan naskah gagal ataupun naskah jelek. Bukan. Sama sekali bukan. Sebab, bila saya baca-baca ulang, naskahnya tuh sebenarnya bagus buangeeet (kepedean sendiri).

Alkisah beberapa tahun kemudian, tepatnya tanggal 20 Agustus 2020, saya melihat pengumuman lomba menulis cerpen dari sippublishing. Tema lomba adalah "Harapan", genrenya bebas, pendaftarannya gratis, dan tidak ada syarat pembelian buku. Selain itu, 30 karya terbaik akan dibukukan dalam buku antologi cerpen berjudul "Musim Terbaik." Hadiahnya pun menarik.

Info Lomba Menulis Cerpen

Saya tertarik untuk mengikuti lomba ini, dan sepertinya saya punya deh, naskah cerpen yang temanya "Harapan."

Saya pun odal-adul naskah di folder, dan menemukan sebuah naskah berjudul "Harapan di Atas Luka." Fiuuh, melow sangat judulnya ya. Singkat cerita naskah itu saya edit seperlunya, kemudian saya kirim sebagai naskah lomba.

Apakah naskah ini berhasil keluar sebagai salah satu pemenang lomba? Atau paling tidak menjadi salah satu dari 30 yang dibukukan?

Tidak. Sayang sekali tidak, kisanak. Naskah ini kembali melangkah malu-malu masuk ke dalam folder. Malang betul nasibnya.

Saya kembali menjalani hari seperti biasa. Tidak patah hati karena penolakan bagi saya adalah hal yang biasa-biasa saja. Sudah sering sehingga sakitnya tidak terasa. Aiih.

Beberapa hari atau minggu atau bulan, setelah pengumuman pemenang, saya mendapatkan chat dari seseorang yang mengatasnamakan diri sebagai wakil dari sippublishing. Beliau ini menanyakan apakah naskah "Harapan di Atas Luka" sudah saya kirim ke tempat lain karena kalau belum, ia menawarkan akan menerbitkan naskah itu dalam sebuah antologi. Tentunya saya akan dimintai biaya cetak jika nanti memesan barang satu atau dua buku. 

Jadi demikianlah, singkat cerita saya menerima tawaran tersebut, dan melalui proses yang panjang, akhirnya karya saya yang sudah mondar-mandir berharap menemukan pelabuhan terakhirnya -- menemukan jodohnya. Pada tanggal 17 Mei 2021, saya menerima kiriman paket buku antologi "Mutiara," di mana naskah saya menjadi salah satu cerita di sana.

"Harapan di Atas Luka," bercerita tentang seorang perempuan muda yang 'digantung' oleh kekasihnya. Bukan digantung dalam arti harafiah ya, tapi dicuekin. Diputus enggak, dinikahin juga belum. Ternyata kelakuan kekasihnya itu karena persoalan pribadi. Kegalauan karena nggak dapat restu dari ibunya. Ibunya si lelaki punya calon sendiri dan si lelaki ini tidak berani melawan sang ibu, bahkan hingga sang ibu meninggal.

Solusi terbaik dari si lelaki: menikahi perempuan muda itu, dan menikahi perempuan pilihan ibunya juga. Wkkkk, solusinya enakan di dia, ya? Nah, apakah solusi ini diterima oleh si perempuan muda? Bagaimana juga tanggapan perempuan yang satunya?

Kalau ingin tahu kelanjutan ceritanya, bisa pesan buku antologi "Mutiara" langsung ke sippublishing melalui DM instagram, atau bisa juga pesan ke saya, hehe. 

Lah, ujung-ujungnya koq jualan, Mbakkk?**








 

Pengalaman vaksin Covid-19 tahap 2

Friday, May 28, 2021

Vaksin Covid-19 tahap 2 (Sumber: vinzenz lorenz m/pixabay)

 

Pada postingan sebelumnya saya telah menceritakan pengalaman saya saat mendapatkan suntikan vaksin covid-19 yang pertama. Tentunya tidak afdhol jika tidak dilengkapi dengan cerita mengenai vaksin kedua. Nah, kali ini akan saya ceritakan tentang vaksin yang kedua itu.

Jadwal vaksin kedua saya jatuh pada tanggal 27 April 2021, yang masih masuk bulan Ramadan. Pada tanggal itu kebetulan saya sedang dapat jadwal WFH. 

Saya sengaja datang pagi-pagi agar dapat cepat mendapat giliran vaksin, sehingga cepat pulang juga. Urusan kostum kali ini sudah saya siapkan sebelumnya. Saya memakai blouse lengan pendek, dikombinasikan dengan manset lengan yang panjang. Jadi saat hendak disuntik, saya cukup menaikkan jilbab dan lengan blouse.

Saya tiba di kantor tempat pelaksanaan vaksin cukup pagi sekitar jam delapan. Sudah ada petugas medis dan saya pun segera dilayani dengan tahap-tahap yang sama seperti waktu vaksin pertama. 

Saya sempat tegang saat disuntik dan merasa bahwa suntikan kedua ini lumayan sakit. Tenaga medis yang menyuntik saya tertawa ramah dan menyarankan agar saya tak usah tegang. Kalau tegang, malah akan terasa sakit.

Seperti biasa, setelah disuntik saya harus menunggu selama 30 menit untuk melihat efek vaksin. Setelah 30 menit tidak ada efek, saya pun pulang.

Kali ini saya tidak langsung pulang, tapi menyempatkan dulu foto di depan spanduk vaksin C-19. Semoga ikhtiar ini dapat membantu tertanganinya pandemi, aamiin. Jaya, Indonesia.**

Saya, usai divaksin tahap 2 (Sumber: dokpri)



Pengalaman vaksin Covid-19 Tahap 1

Wednesday, April 7, 2021

Sumber gambar: pixabay

Perjalanan pandemi kiranya sudah hampir mencapai ending, ketika para ilmuwan berhasil membuat vaksin. Aamiin. 

Walaupun bukan negara pertama yang melakukan vaksinasi covid-19 terhadap warganya, namun Indonesia resmi memulai pemberian vaksinasi secara bertahap diawali oleh Presiden Jokowi. Pak presiden disuntik pada tanggal 13 Januari 2021, dan suntikan kedua 27 Januari 2021.

Sebelumnya, vaksin sinovac yang digunakan oleh pemerintah Indonesia, telah melalui uji keamanan dan efikasi di Bandung. 

Jadi secara de facto pak presiden bukan yang pertama, ya, karena tentunya vaksin tersebut harus benar-benar diuji dulu sebelum disuntikkan ke seluruh masyarakat Indonesia. Dan wakil masyarakat yang pertama disuntik, dialah pak presiden.

Para ASN termasuk dalam jajaran masyarakat yang divaksin pada periode awal. Setahu saya, yang pertama-tama sekali itu tenaga medis, baru kemudian TNI, dan ASN secara umum. Correct me if i am wrong.

Kantor saya mendapatkan jadwal vaksin di periode akhir Maret 2021. Saya sendiri divaksin tanggal 30 Maret 2021.

Pertama-tama sebelum divaksin kita disuruh mengisi formulir biodata dan riwayat kesehatan. Untuk riwayat kesehatan, petugas medis yang membantu mengisi sambil menanyakan apakah ada riwayat penyakit berat. 

Penyakit yang ditanyakan antara lain: jantung, darah tinggi, kanker, diabetes, alergi vaksin, dan beberapa penyakit lainnya. 

Saya sarankan kalau punya penyakit apapun...bisa sekalian ditanyakan. Saya sempat bertanya apakah aman vaksin untuk penderita kolesterol tinggi? Dan ternyata aman. Jadi saya lolos skreening tahap 1. 

Setelah itu, diukur suhu tubuh dan tekanan darah. Ini skreening tahan 2. Suhu tubuh dan tekanan darah saya dua-duanya normal, jadi saya melangkah ke petugas vaksin. 

Nah, perlu saya infokan buat perempuan berjilbab, sebelum vaksin hendaknya memilih kostum yang aman ya, sehingga tidak perlu membuka seluruh pakaian kita. Memang ada ruangan khusus perempuan, tapi ada juga yang campur walau tempat vaksin tetap diletakkan di daerah yang tak banyak orang lalu lalang. 

Saya sendiri waktu itu memakai kaos lengan pendek plus cardigan. Saat suntik saya hanya melepas cardigan di bagian lengan atas dan menarik lengan kaos, lalu chuzzz. Percayalah, suntikannya nyaris tak terasa. Jarumnya kecil sangat.

Setelah disuntik, saya menuju ruang observasi untuk menunggu reaksi vaksin selama 30 menit. 

Setelah 30 menit tidak terjadi apa-apa, saya pun bebas meninggalkan ruangan dengan membawa kartu vaksin. Kartu ini harus dibawa saat mendapatkan suntikan tahap 2 nanti. Jadwal suntik kedua saya nanti adalah tanggal 27 April 2021.

Apakah benar tidak ada efek sama sekali di vaksin tahap pertama ini? Entah itu efek atau tidak, tapi malamnya saya tidur lebih cepat dari biasanya. Mulai pukul 20.00, mata sudah terasa berat. Kata beberapa teman, memang mengantuk adalah reaksi umum yang terjadi sebagai efek dari vaksin pertama.

Alhamdulillah saya sudah divaksin. Memang, vaksin ini bukan jaminan bahwa kita kemudian akan kebal terhadap virus corona. Namun setidaknya ini adalah ikhtiar menuju perlindungan diri yang lebih baik. 

Tentu saja ke depan tetap melakukan 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. Mari bersama kita wujudkan hidup bebas covid-19.**

Sayembara Menulis Dead Line 10 April 2021

Saturday, April 3, 2021

 



Hai, sobat yang suka menulis. Kali ini saya hendak berbagi info lomba yang bisa kamu ikuti di bulan April. Penyelenggara lomba ini adalah rahma.id, sebuah website yang menerima kiriman artikel dari pembacanya. Website ini sedang menjelang ultahnya yang pertama dan mengadakan lomba ini supaya kamu bisa ikutan semuanya.

Ada hadiahnya apa enggak? So pasti ada, dong!

Simak dulu ketentuan umum lombanya, ya.
1. Lomba terbuka untuk umum
2. Tulisan merupakan hasil pemikiran kamu sendiri, bukan hasil pemikiran tetanggamu, apalagi hasil nyontek. Dilarang keras, ya!
3. Tulisan kamu harus yang belum pernah dimuat dimanapun dan belum pernah dipublikasikan di media massa. Kalau cuma ditulis di buku harian, dan cuma kamu yang pernah membacanya ... hmmm, saatnya tulisan itu coba kamu kirim deh ikut lomba ini.
4. Panjang tulisan terdiri dari 700-1000 kata saja, nggak usah panjang-panjang ... ntar jurinya ngantuk baca tulisanmu yang kepanjangan.
5. Tulis naskahmu memakai huruf Times New Roman, font 12, dan spasi 1,5.
6. Kirim tulisan beserta fotomu (yang paling cakep) dan biodata diri ke alamat email redaksi@rahma.id dengan subject: Sayembara Menulis
7. Pengumuman pemenang tanggal 21 April 2021, pas hari Kartini ... jangan lupa, ya!

Tema Tulisan

Duh, nulis apa ya, buat lomba?

Nggak usah bingung dan ragu. Pihak penyelenggara lomba sudah menyiapkan 12 tema tulisan yang bisa kamu pilih, yaitu:

1. Yakinkah Dia Jodohmu? 2. Taaruf dalam Perkawinan 3. Kriteria Pasangan Ideal 4. Istri Kedua Poligami? 5. Nikah Siri atau Nikah Formal? 6. Walimatul Ursy 7. Kesetaraan dalam Perkawinan 8. Adaptasi New Couple 9. Komunikasi Pasangan 10. Kesiapan Memiliki Anak 11. Badai dalam Rumah Tangga 12. Mengambil Keputusan Bersama atau Berpisah

Ingat sekali lagi batas pengiriman naskahnya ya ... 10 April 2021

Hadiahnya apaan siiih?

Hadiah yang bisa kamu peroleh kalau tulisanmu terpilih menjadi pemenang adalah:

Terbaik 1 = Uang tunai Rp700.000,00

Terbaik 2 = Uang tunai Rp500.000,00

Terbaik 3 = Uang tunai Rp300.000,00

Tulisan Favorit (viewers terbanyak) = Uang tunai Rp500.000,00

Dan ... 15 karya terbaik akan dibukukan.

Naaaah, tunggu apa lagi, buruan nyalakan laptopmu dan biarkan imajinasimu menari-nari diliukkan jemari. Oh iya, kalau misalnya kamu mau nanya-nanya ini-itu mengenai lomba, jangan tanya padaku, tapi tanyakan pada rumput yang bergoyang. Eeeeh, bukan ding, nanyanya ke narahubung saja (Maharina 082232871090). Selamat menulis dan mengikuti sayembaranya yaa ... semoga kamu beruntung!**